5 Dimensi Kepuasan Pelanggan Yang Jarang Diketahui

Kecanggihan period digital memberi kesempatan besar untuk mengambil peran di dalam kaitannya dengan pemasaran produk perusahaan. Selain itu,para eksekutif perusahaan multinasional juga memusatkan perhatiannya pada strategi pemasaran terpadu , jasa layanan, serta mengangkat merek . “Selama ini banyak CMO kurang peka terhadap strategi pengembangan produk, penetapan harga, serta gross sales distribution,” ungkap Njendu. Perusahaan harus dapat mengerti betul apa yang menjadi keinginan pelanggan. Sudah menjadi konsekuensi bagi setiap perusahaan untuk dapat memahami keinginan pelanggannya.

Pemasar harus memahami bahwa pasar ini mempunyai empati yang sangat besar terhadap nilai-nilai syariah. Makanya tidak heran sekarang banyak bermunculan produk-produk yang berbau syariah, seperti Bank Syariah, Hotel Syariah , bahkan ada juga Perumahan dengan konsep Syariah. Strategi Branding yang dilakukan, komunikasi merek, identitas merek selalu mengedepankan aspek Syariah karena hal ini disesuaikan dengan perilaku dari konsumen. Beberapa Tahun terakhir pasar muslim di Indonesia mengalami perubahan yang sangat signifikan. Berhijab menjadi tren way of life baru, berhijab menjadi sesuatu yang cool, modern dan fashionable.

Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses penyampaian informasi. Dilihat dari sudut pandang ini, kesuksesan komunikasi tergantung kepada desain pesan atau informasi dan cara penyampaiannya. Menurut konsep ini pengirim dan penerima pesan tidak menjadi komponen yang menentukan. Komunikasi secara umum merupakan suatu proses penyampaian – penerimaan pesan antar dua orang atau lebih. Pesan yang disampaikan dapat berupa komunikasi lisan, komunukasi tulisan, komunikasi verbal, komunikasi non verbal. Komunikasi tulisan suatu proses penyampaian pesan komunikasi dengan menggunakan kata-kata dalam bentuk tulisan yang memilki makna tertentu.

Namun kini banyak pelanggan yang tidak lagi melihat core product yang ditawarkan, tetapi kepada hal lain yang kadang sulit bagi perusahaan untuk ‘menerka’nya. Anda tentu tahu kalau karyawan Anda merupakan orang terdekat dengan konsumen saat di toko. Jadi tentu mereka bisa mengerti keluhan dan saran dari konsumen berkaitan dengan kemajuan toko dan produk Anda. Bisa saja terjadinya penurunan kualitas atau kurang memuaskannya pelayanan di toko Anda. Dari sini, Anda bisa dengan mudah mengetahui apa yang harus diperbaiki. Di sana Anda bisa menentukan produk mana yang sering konsumen Anda beli bahkan hingga enam sampai sepuluh kali secara berulang-ulang.

Cara mengetahui keinginan pelanggan

Gunakan jaminan untuk meyakinkan pelanggan bahwa mereka tidak akan dibiarkan dalam kesulitan jika masalah berkembang. Jangan sampai pesan terakhir yang sampai ke desainer produk berbeda dengan harapan departemen pemasaran. Apabila faktanya demikian, desain yang diajukan oleh tim riset pasar dan produk akan memiliki beberapa celah. Untuk menutupi celah ini, kesenjangan antara riset pasar dan desain produk tentunya harus diselesaikan dengan komunikasi yang baik.

Anda perhatikan outlet atau toko roti Holland Bakery selalu berada di jalan yang sibuk di mana traffic lalu lalang orang sangat tinggi. Maka, usahakan untuk memilih lokasi yang tepat, strategis, agar kesempatan bisnis Anda untuk dapat diakses oleh pelanggan lebih terbuka. Sikap dalam melayani pelanggan juga merupakan cara mempertahankan pelanggan. Sekali saja Anda melakukan kesalahan dalam melayani, misalnya melayani dengan judes atau kasar maka reputasi bisnis Anda akan merosot alias menurun. Sebab, pelanggan akan mengatakan bahwa pelayanan yang buruk mencerminkan kualitas suatu bisnis yang buruk juga.

Studi menunjukkan bahwa memberikan pelanggan terlalu banyak pilihan justru memberikan umpan balik yang buruk, tetapi juga penting untuk memberi mereka kesempatan dalam memunculkan suatu ide yang belum diantisipasi. Karyawan memperhatikan dengan seksama bagaimana perusahaan memperlakukan pelanggannya. Ketika mereka melihat majikan yang memperlakukan pelanggan mereka seperti emas, ini memberi rasa himbauan, membuat mereka bangga menjadi bagian dari tim dan membuat mereka lebih bersedia untuk bertahan. Bila karyawan, di sisi lain, diajarkan untuk melemahkan dan mendiskontokan pelanggan dengan alasan apapun, justru sebaliknya. Jelas, jika kamu ingin membuat langkah hari ini, kamu benar-benar harus menempatkan pelanggan di atas tumpuan.